Madrid Mengantisipasi Kemungkinan Adu Penalti di Mestalla
Madrid - Sejak 1998, belum pernah ada lagi adu penalti
di final Copa del Rey. Tetapi kubu Real Madrid tetap mempersiapkan diri
untuk kemungkinan itu, walaupun juga ditegaskan bahwa situasi di
pertandingan akan jauh berbeda daripada saat latihan.
Tengah pekan ini, Kamis (17/4/2014) dinihari WIB, Madrid akan terlibat partai El Clasico dengan klub rival beratnya, Barcelona, dalam final Copa del Rey yang dilangsungkan di Mestalla. Barca, klub tersukses di ajang ini, akan berusaha meraih gelar ke-27 sedangkan Madrid berupaya menyabet titel ke-19.
Dalam sejarah final Copa del Rey sendiri, tercatat ada lima kali di mana laga harus dituntaskan melalui adu penalti. Kali terakhir itu terjadi adalah pada tahun 1998, yang menariknya juga terjadi di stadion Mestalla tempat partai final kali ini dihelat. Selepas 1998 pertandingan final tuntas dalam waktu normal sebanyak 11 kali, sedangkan empat laga lainnya harus diakhiri melalui extra time--termasuk dua dalam tiga final terakhir.
Apapun, potensi adu penalti tentu tetap ada dan untuk itulah Madrid tetap berjaga-jaga dengan berlatih melakukannya kendatipun tidak dalam porsi besar.
"Kami melatih penalti kami selama lima menit," ungkap Entrenador Madrid Carlo Ancelotti di Marca.
"(Sebenarnya adu penalti) Itu bukan masalah teknis, tetapi perkara psikologis dan Anda tak bisa melatih hal itu. Atmosfer di lapangan latihan sama sekali berbeda dibandingkan dengan stadion yang terisi penuh," bebernya.
Tengah pekan ini, Kamis (17/4/2014) dinihari WIB, Madrid akan terlibat partai El Clasico dengan klub rival beratnya, Barcelona, dalam final Copa del Rey yang dilangsungkan di Mestalla. Barca, klub tersukses di ajang ini, akan berusaha meraih gelar ke-27 sedangkan Madrid berupaya menyabet titel ke-19.
Dalam sejarah final Copa del Rey sendiri, tercatat ada lima kali di mana laga harus dituntaskan melalui adu penalti. Kali terakhir itu terjadi adalah pada tahun 1998, yang menariknya juga terjadi di stadion Mestalla tempat partai final kali ini dihelat. Selepas 1998 pertandingan final tuntas dalam waktu normal sebanyak 11 kali, sedangkan empat laga lainnya harus diakhiri melalui extra time--termasuk dua dalam tiga final terakhir.
Apapun, potensi adu penalti tentu tetap ada dan untuk itulah Madrid tetap berjaga-jaga dengan berlatih melakukannya kendatipun tidak dalam porsi besar.
"Kami melatih penalti kami selama lima menit," ungkap Entrenador Madrid Carlo Ancelotti di Marca.
"(Sebenarnya adu penalti) Itu bukan masalah teknis, tetapi perkara psikologis dan Anda tak bisa melatih hal itu. Atmosfer di lapangan latihan sama sekali berbeda dibandingkan dengan stadion yang terisi penuh," bebernya.





0 komentar:
Posting Komentar